free html hit counter

Ambisi Tiongkok di Laut China Selatan Bisa Berimbas Internasionalisasi Perairan Indonesia

BeritaBintangAmbisi Tiongkok di Laut China Selatan Bisa Berimbas Internasionalisasi Perairan Indonesia

Pengamat Intelijen dan Militer, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati melihat adanya korelasi antara ambisi Tiongkok menguasai Laut China Selatan dan kedaulatan maritim Indonesia. Ambisi China sendiri bisa terlihat dari sudah didirikannya pangkalan militer di atas gugusan kepulauan di LCS.

Kehadirannya, menurut Nuning menunjukkan kesungguhan dan kesiapan Negeri Panda menggunakan Hard Power di zona irisan teritorial dengan negara-negara ASEAN. Meskipun Indonesia tidak ikut dalam perebutan kedaulatan wilayah di sana, bukan mustahil perairan dalam negeri juga terancam.

Menurutnya, bahaya penguasaan China di LCS bagi Indonesia terbuka amat lebar. Beberapa faktor yang menunjang terjadinya imbas tersebut ialah berkat letak Nusantara yang strategis, baik secara geografis maupun astronomis.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.499 pulau. Luas perairan kita 3,2 juta kilometer persegi,”.

Untuk diketahui, Indonesia juga berada di persimpangan antara Samudera Pasifilk dan Hindia, serta di tengah jalur pelayaran dari Benua Asia dan Benua Australia. Secara geopolitik, terdapat empat dari sembilan selat sempit jalur utama perdagangan dunia, yaitu Selat Malaka, Sunda, Lombok dan Makassar.

Mantan anggota DPRD RI tersebut melihat ambisi China di LCS bisa jadi malah mengancam keamanan maritim Indonesia. Sebab kepentingan di perairan sengketa itu sangat besar.

[Baca Juga -“Kalijodo Dikuasai Preman, Polda Metro Jaya Siap Kerahkan Brimob“]

Bagaimana tidak? Kawasan yang terkenal dengan julukan Maritime Silk Road (jalur pelayaran sutra) tersebut telah lama menjadi perebutan hegemoni negara-negara maju di dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan maupun Korea Utara. Walaupun secara teritori, tidak semuanya berhak atas perairan tersebut.

“Letaknya yang ada di kawasan Asia Pasifik, sudah lama dipandang sebagai jalur penting perdagangan dunia,” terangnya.

Ia memprediksi, permasalahan yang mungkin muncul dengan terus bergulirnya sengketa kedaulatan di Laut China Selatan, meliputi illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba. Perempuan yang akrab disapa Nuning Kertapati itu bahkan mengatakan, bukan tidak mungkin bahwa Indonesia lama kelamaan juga akan terseret dalam pusaran konflik di sana.

Sebagaimana kepentingan-kepentingan yang ada berpotensi mendorong keamanan maritim Indonesia diintervensi dunia internasional.

“Pembajakan dan perompakan secara terus menerus juga mungkin terjadi. Tindakan-tindakan itu dapat mengarah pada upaya menginternasionalisasi perairan Indonesia,” tandasnya.