free html hit counter

Amankah jika Sering Mengonsumsi Hidangan Laut?

BeritaBintangAmankah jika Sering Mengonsumsi Hidangan Laut?

PROTEIN bisa diperoleh dari mana saja, mulai dari tahu, telur, atau bahkan ikan laut. Kekhawatiran sebagian masyarakat akan makanan laut adalah manifestasi dari racun atau limbah yang mengontaminasi air laut.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof DR Dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, mengakui memang khasiat dari ikan laut justru lebih sehat dibandingkan makanan berprotein lain.

“Ikan laut lebih sehat juga dibandingkan ikan air (tawar) dan dibandingkan dengan tahu yang menggunakan formalin,” ujar Prof Aru diiringi candaan di Kantor Yayasan Kanker Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 5 Mei 2017.

Selaras dengan apa yang dikatakan oleh Prof Aru, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Rifky Effendi Hardijanto, juga mengatakan ikan laut memang memiliki sumber protein yang baik. Namun, masyarakat sebetulnya tidak perlu cemas karena KKP telah melakukan upaya pengontrolan peredaran ikan di masyarakat.

“Pada dasarnya, secara chemical, ikan ini masih jauh lebih sehat dibandingkan sumber-sumber protein lainnya. Namun demikian memang, ikan perlu dikontrol yang diedarkan ke masyarakat,” jelas Sekjen Rifky.

[ Baca Juga – Sebelum Aplikasikan Konsep Ruang Terbuka di Rumah, Perhatikan Kekurangannya Dulu ]

Ia mengatakan, karena masyarakat kita suka melakukan kegiatan yang sifatnya pragmatis, hal ini perlu dikontrol. KKP juga bekerjasama dengan Badan POM untuk memastikan ikan yang beredar sehat dan layak dikonsumsi.

“Konsumsi ikan tercemar akibat logam berat, bisa menyebabkan degradasi kesehatan yang luar biasa, ini sudah kita antisipasi,” tegas Sekjen Rifky.

Ia menceritakan sebuah kasus beberapa waktu silam, di mana terdapat kejadian keracunan kerang hijau di daerah Cirebon, yang memakan korban jiwa. Padahal, pemerintah sudah melarang adanya budidaya maupun penangkap di daerah-daerah rawan seperti itu.

“Maka dari itu, KKP juga memberi imbauan larangan penangkapan dan budidaya ikan di beberapa area yang dianggap berbahaya,” tukasnya.​