free html hit counter

Alasan Sulit Berhenti Konsumsi Makanan Asin

BeritaBintangSAAT Anda mulai mengonsumsi snack seperti chiki, wafer, atau makanan asin lainnya, rasanya susah untuk berhenti. Apa penyebabnya?

Setiap orang memiliki kebutuhan asupan garamnya masing-masing. Para ahli merekomendasikan kebutuhan 1.500 hingga 2.300mg garam (sodium) setiap hari untuk setiap orang normal. Sementara, mereka yang telah berusia di atas 40 tahun atau sedang menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, sebaiknya mengurangi asupan garam di bawah 1.500mg per hari.

Seperti dikutip dari Healthmeup, Senin (16/3/2015), peneliti menemukan bahwa rata-rata orang dewasa mengonsumsi 3.950 garam per hari. Kendati demikian, ada baiknya Anda tak mengonsumsi makanan yang mengandung garam secara berlebihan.

Sementara itu, pada zaman prasejarah, garam tidak tersedia dengan mudah dan hanya orang yang tinggal di pinggir pantai yang bisa mendapatkannya. Untuk memastikan asupan garam cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, otak kita telah diatur sedemikian rupa untuk dapat menikmati makanan asin.

Kebiasaan

Banyak orang tumbuh dengan makanan asin, sehingga ini menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Kebiasaan ini dapat memburuk seiring waktu, hingga mencapai titik di mana kebiasaan ini tidak terkontrol lagi. Coba kurangi memasak dengan sedikit garam. Gunakan perasa lain seperti lemon, mint, dan parsley untuk menambah bumbu pada masakan Anda.

Kekurangan mineral

Tubuh membutuhkan kalsium, sodium, magnesium, zinc, dan mineral lain agar tubuh berfungsi dengan baik. Satu alasan mengapa Anda ketagihan dengan makanan asin adalah karena kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi. Konsumsi lebih banyak buah, sayuran, dan daging dalam diet Anda, atau suplemen tambahan bila diperlukan.

Kehamilan

Wanita hamil cenderung mudah merasa lapar dan ingin mengonsumsi makanan dengan rasa tertentu. Keinginan makan garam bisa disebabkan perubahan hormonal atau kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh. Bisa juga karena kekurangan sodium, mengingat ibu hamil harus berbagi nutrisi dengan janin mereka.