free html hit counter

Akun Twitter Diblokir karena Samakan Putin dengan Darth Vader

BeritaBintang –  Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negerinya Sergey Lavrov menjadi bulan-bulanan di beberapa media sosial. Percakapan mereka diparodikan dan beberapa karakter juga dibuat lucu.

Sedikitnya ada lima akun bersifat anti-Kremlin yang ditemukan Twitter dalam sepekan terakhir. Dan kelimanya dikabarkan telah diblokir oleh tim pengelola Twitter karena dianggap bermuatan komentar yang menghina dan tidak sesuai dengan ketentuan membuat akun parodi, komentar, dan fans yang ditetapkan Twitter.

Keputusan medsos bergambar burung biru itu segera menimbulkan polemik. Banyak fans akun yang terkesan anti-Rusia tersebut marah dan memprotes kebijakan Twitter. Mereka menilai, Twitter telah menjilat ludah sendiri soal jaminan memberikan kebebasan berpendapat dan berekspresi di jejaring sosialnya.

“Twitter @Support mengumumkan bahwa (menyebarkan) propaganda, informasi keliru dan pidato kebencian boleh saja, tetapi parodi dilarang,” komentar Jakub Kalensky, seorang pengguna Twitter yang prihatin akan pemblokiran situs parodi Putin dan Lavrov. Demikian yang disunting Panduan Bermain Judi Online, KAmis ( 2/6/2016 ).

Ada juga netizen yang menuding Twitter telah berpihak terhadap kediktatoran Putin dan kebijakan-kebijakan sensornya. “Dear @Twitter: dengan menutup situs @DarthPutinKGB (salah satu situs parodi Anti-Kremlin), Anda telah menunjukkan bahwa Anda sudah berada dalam genggaman Putin atau mentalmu memiliki fungsi seperti anak-anak,” kata John Schindler, pengguna Twitter lainnya.

Menanggapi komentar-komentar miring tersebut, juru bicara Twitter menjelaskan bahwa mereka tidak akan mengomentari akun individu untuk alasan privasi dan keamanan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negerinya Sergey Lavrov menjadi bulan-bulanan di beberapa media sosial. Percakapan mereka diparodikan dan beberapa karakter juga dibuat lucu.

Sedikitnya ada lima akun bersifat anti-Kremlin yang ditemukan Twitter dalam sepekan terakhir. Dan kelimanya dikabarkan telah diblokir oleh tim pengelola Twitter karena dianggap bermuatan komentar yang menghina dan tidak sesuai dengan ketentuan membuat akun parodi, komentar, dan fans yang ditetapkan Twitter.

Keputusan medsos bergambar burung biru itu segera menimbulkan polemik. Banyak fans akun yang terkesan anti-Rusia tersebut marah dan memprotes kebijakan Twitter. Mereka menilai, Twitter telah menjilat ludah sendiri soal jaminan memberikan kebebasan berpendapat dan berekspresi di jejaring sosialnya.

“Twitter @Support mengumumkan bahwa (menyebarkan) propaganda, informasi keliru dan pidato kebencian boleh saja, tetapi parodi dilarang,” komentar Jakub Kalensky, seorang pengguna Twitter yang prihatin akan pemblokiran situs parodi Putin dan Lavrov. Demikian yang disunting BintangBola.Co, Kamis ( 2/6/2016 ).

Ada juga netizen yang menuding Twitter telah berpihak terhadap kediktatoran Putin dan kebijakan-kebijakan sensornya. “Dear @Twitter: dengan menutup situs @DarthPutinKGB (salah satu situs parodi Anti-Kremlin), Anda telah menunjukkan bahwa Anda sudah berada dalam genggaman Putin atau mentalmu memiliki fungsi seperti anak-anak,” kata John Schindler, pengguna Twitter lainnya.

Menanggapi komentar-komentar miring tersebut, juru bicara Twitter menjelaskan bahwa mereka tidak akan mengomentari akun individu untuk alasan privasi dan keamanan.