free html hit counter

Ahok Diminta Berhenti Memarahi Rakyat

BeritaBintang –  Bakal calon gubernur DKI Jakarta Muhamad Idrus mengatakan, di bulan Ramadan seharusnya semua pihak termasuk seorang pemimpin lebih bijaksana dalam bersikap. Pernyataan tersebut dilontarkan Idrus sebagai bentuk sindiran kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang melarang wartawan meliput di Balai Kota.

Di mana ujung dari insiden marah-marah Ahok tersebut dilakukan pemboikotan oleh sejumlah awak media terhadap acara buka puasa bersama yang digelar Ahok.

“Ramadan adalah bulan sabar dan milik kita bersama. Ketika menjadi pemimpin, kita harus mengerti bahwa Ramadan sudah menjadi tradisi umat Islam, maka seorang pemimpin harus lebih bijaksana. Bukan melampiaskan kemarahan kepada individu atau masyarakat lain. Mudah-mudahan di Pilkada 2017 nanti lahir pemimpin baru Jakarta yang bisa mewujudkan bagaimana Jakarta lebih baik ke depan,” ujar Idrus, Sabtu (18/6/2016).

Bakal calon gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan Ahok agar bisa menjaga sikap terutama kepada awak media. “Saya bilang, setop marah-marah. Alangkah baiknya jika seorang pemimpin itu bijak,” katanya.

Menurut Idrus, seorang pemimpin harus bisa memberikan contoh yang baik dan saling menghormati. Bukan malah mempertontonkan perangai yang kurang baik, karena dikhawatirkan akan menjadi contoh buruk bagi anak-anak Indonesia.

“Bagaimana jika sikap Beliau dilihat dan dicontoh anak-anak, akan jadi contoh negatif. Balai Kota tempat semua orang. Gubernur tak bisa melarang orang untuk hadir. Apalagi wartawan bisa kena Undang-Undang Pers. Saya harap Pak Ahok bisa menjaga diri tak sembarang orang bisa dihardik,” ujarnya.

Bakal calon gubernur yang dikenal dengan jargon #JakartaKEREN ini menggelar kegiatan buka puasa bersama wartawan, pada Jumat 17 Juni 2016 di bilangan Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dihadiri sekira 80 wartawan baik media televisi, cetak, dan online.

Menurut Ketua Tim #JakartaKEREN Hadi Nainggolan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah silaturahmi Idrus dengan wartawan. “Kami mengundang rekan-rekan semua untuk lebih mengenal Idrus secara personal,” ujar Hadi.

Kegiatan buka puasa bersama juga dihadiri Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade. Pada kesempatan tersebut, Andre kembali menyinggung peluang Idrus berduet dengan Sjafrie Sjamsoeddin di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI.

“Idrus adalah kader inti PKS yang terlihat serius bekerja. Pak Sjafrie bisa dipasangkan dengan yang muda. Duet militer dan pengusaha muda itu sangat cocok. Sinergi senior dengan anak muda,” kata Andre.

Menurutnya, Sjafrie merupakan satu dari tiga kandidat yang terjaring Gerindra untuk maju di Pilgub DKI. Untuk mencari pasangan duetnya, tentu Gerindra akan mencari calon yang memiliki elektabilitas baik.

“Kami mencari pasangan yang akan melawan Pak Basuki dengan mencari kandidat yang memiliki elektabilitas, yang bisa mendampingi, juga bisa mengatasi dukungan Jokowi terhadap Basuki,” pungkasnya.