free html hit counter

Absennya Pique Bikin Lini Belakang Barcelona Rapuh

BeritaBintang – Barcelona bertandang ke Stadion San Mames, Minggu (23/8), tugas pelatih Luis Enrique semakin berat, lantaran ia juga kehilangan bek andalannya, Gerard Pique yang terkena hukuman bertanding empat laga lantaran menghina asisten wasit pada laga kedua Piala Super Spanyol.

Absennya Pique jelas menjadi kerugian besar bagi Barca. ” Pique adalah pemain yang sangat penting buat kami, dan pastinya kami akan sangat kehilangan dirinya,” ujar kiper Marc-Andre Ter Stegen.

Sepintas salah satu penyebab seringnya Barcelona kebobolan adalah karena Enrique tidak bisa menurunkan duet andalan di jantung pertahanan: Javier Mascherano dan Pique.

Mascherano yang membawa Argentina ke final Copa America, mendapatkan waktu libur berbeda, sehingga baru bisa bergabung dengan skuat Blaugrana menjelang pramusim berakhir.

Alhasil, selama musim panas, Enrique lebih sering memasangkan Thomas Vermaelen dan Marc Bartra sebagai palang pintu di lini pertahanan.

Di sisi lain, kesempatan yang diberikan pada Vermaelen itu juga berbuah kebaikan. Meski Barcelona acap kebobolan, mantan bek Arsenal yang cedera sepanjang musim lalu itu tampil sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga-laga pramusim.

Selain karena faktor Mascherano-Pique, lemahnya lini pertahan Barcelona juga karena Enrique belum memainkan tiga gelandang andalannya, Ivan Rakitic-Andres Iniesta-Sergio Busquets.

Kini dengan kembalinya Iniesta-Rakitic-Busquet, bisa jadi akan membantu lini pertahanan Barcelona, mengingat ketiganya memiliki penguasaan bola yang lebih baik. Tanpa menguasai bola, lawan-lawan Barcelona akan kesulitan melancarkan serangan.

Bek muda Marc Bartra juga yakin timnya memetik banyak pelajaran dari duel sebelumnya di Piala Super Spanyol.

” Bilbao adalah tim yang tangguh. Namun yang bisa kami lakukan saat ini adalah kembali ke sana, memainkan sepakbola yang hebat, dan membawa pulang tiga angka,” kata pemuda 24 tahun itu.

Bartra juga yakin kekalahan di Piala Super Spanyol lalu membuat timnya akan bermain lebih baik di laga perdana La Liga musim ini.

Meski demikian, ia juga mengingatkan satu nama yang menurutnya yang layak diwaspadai di laga nanti. Dia adalah Aritz Aduriz, striker Bilbao yang menjadi mimpi buruk Azulgrana di dua laga Piala Super Spanyol.

“Aduriz adalah striker yang memiliki naluri mencetak banyak gol dan punya pergerakan istimewa di lapangan. Dia adalah pemain yang pintar, dan kami harus berada di level permainan terbaik jika ingin menghentikannya,” ujar Bartra.