free html hit counter

65 Ribu Pemberontak Suriah Siap Gantikan ISIS

BeritaBintang –  Pusat Pemikir Keagamaan dan Geopolitik menyatakan, sedikitnya ada 65 ribu dari 15 kelompok pemberontak yang berbeda di Suriah, siap mengisi kekosongan kekuasaan jika ISIS terkalahkan.

“Upaya negara-negara koalisi anti-teror pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk menghapuskan ISIS dari Irak dan Suriah tidak lantas mengenyahkan ancaman global dari kelompok ekstremis lainnya di kedua negara tersebut,” demikian keterangan resmi yang diutarakan pusat penelitian Tony Blair Faith Foundation, seperti dilansir dari Bioskop168 , Senin (21/12/2015).

Diperkirakan, 60 persen pemberontak Suriah yang berbasis ideologi keagamaan dan politik senafas dengan ideologi yang dianut kelompok militan ISIS. Mereka antara lain kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda, seperti Front al Nusra dan Ahrar al Sham.

“Negara Barat telah mengambil risiko membuat strategi yang keliru, jika hanya berfokus pada ISIS. Kita tidak bisa menghanguskan sebuah ideologi, yang bisa kita lakukan adalah memerangi mereka dengan ideologi tandingan,” jelas mereka.

Laporan di atas muncul setelah PBB menyetujui resolusi mendukung dimulainya negosiasi formal “mendesak (urgent)”, antara kelompok oposisi dan pendukung rezim Assad, awal bulan depan.

“Sementara upaya militer terhadap ISIS sebegitu dikedepankan, pembuat kebijakan harus mengakui bahwa kekalahan kelompok teroris itu tidak akan mengakhiri ancaman Salafi-jihad kecuali jika disertai dengan strategi yang mampu mengalahkan mereka secara intelektual dan teologis jahat yang mendorongnya,” saran para peneliti.

Penelitian ini seyogianya menjadi peringatan bagi negara-negara untuk mewaspadai kegaduhan yang mungkin muncul setelah perang terhadap ISIS berhasil. Karena bagaimanapun, masih ada para pemberontak rezim Assad dan kelompok-kelompok lain yang ideologinya serupa dengan ISIS.

Disitat Russia Today, Presiden Rusia Vladimir Putin menyadari hal tersebut. Untuk itu, ia menekankan untuk melenyapkan tidak hanya ISIS tetapi semua kelompok yang bernafaskan ideologi ISIS di Damaskus.

Pernyataan Putin tentunya tidak terlepas dari kedekatannya dengan Presiden Suriah Bashar al Assad.