free html hit counter

4 Pembalap Calon Pengganti Lorenzo di Yamaha

BeritaBintang  – Jorge Lorenzo terus memberi sinyal bakal mengakhiri pengabdiannya di Yamaha akhir musim ini. Itu terlihat dari terus diundurnya tanda tangan kontrak baru dengan tim Garpu Tala. Kontrak Lorenzo berakhir musim ini dan dia digadang-gadang bakal gabung dengan Ducati.

Ducati dikabarkan sudah memberikan tawaran menggiurkan yang sulit untuk ditolak Lorenzo. Meski belum bicara terang-terangan sudah berikan tawaran, tapi Ducati tak menampik jika mereka tertarik rekrut Lorenzo.

Lorenzo sudah jadi andalan bagi Yamaha sejak 2008. Namun rivalitasnya dengan Rossi yang seakan-alam didewakan Yamaha membuat X Fuera, julukannya, kerap tersudut. Contohnya di MotoGP 2015 dimana Lorenzo disebut-sebut sudah tak fair karena mendapatkan bantuan dari Marc Marquez untuk mendapatkan gelar juara.

Rossi pun terus menyindir Lorenzo apakah punya nyali pindah ke Ducati seperti yang dia lakukan pada 2011. Jika Lorenzo pasti pindah, siapa kira-kira kandidat pengganti yang bakal mendampingi Rossi di musim berikutnya? Berikut ulasannya yang diambil dari berbagai sumber:

1.Maverick Vinales

Pembalap yang masih tampil bersama Suzuki ini dikabarkan bikin kepincut Yamaha. Dilihat dari usia, Vinales memang sangat prospektif. Dia baru berusia 21 tahun, tapi sudah dipercaya menjadi pembalap pabrikan sekelas Suzuki Ecstar mulai 2015 lalu.

Prestasi terbaiknya yaitu berhasil finis di posisi enam sebanyak dua kali, yaitu di MotoGP Katalunya dan Australia. Untuk pembalap debutan, prestasi ini sudah lumayan. Dia juga mampu merampungkan 16 seri dari 18 seri balapan sepanjang musim MotoGP 2015.

Bakat gemilang Vinales mulai terlihat ketika gabung KTM di Moto3. Di musim 2013, dia berhasil menjadi juara. Ini membawanya loncat ke Moto2 bersama Kalex. Di Moto2, dia hanya tampil semusim dan merebut posisi tiga klasemen.

2.Alex Rins

Pembalap Paginas Amarillas yang tampil di Moto2 ini juga digadang bakal menjadi pengganti ideal bagi Valentino Rossi dan juga Jorge Lorenzo. Penampilan pembalap berusia 20 tahun ini dinilai cukup menjanjikan.

Di Moto2 pada 2015, Rins berhasil finis jadi runner-up. Dia hanya kalah poin dari Johan Zarco yang keluar sebagai juara. Untuk saat ini, Rins memilih untuk bertahan di Moto2.

Manajer Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengakui bahwa Rins punya masa depan yang cerah. Jika naik ke MotoGP, Rins kemungkinan dimasukkan terlebih dahulu di tim satelit Yamaha Tech 3.

“Dia mengambil keputusan tepat bertahan di Moto2 tahun ini. Tak diragukan lagi, dia pembalap berbakat dan kandidat tunggangi Yamaha di masa depan. Dia masuk daftar incaran kami. Dia membuat kesalahan di 2015, tapi dia kencang,” kata Jarvis.

3. Pol Espargaro

Pol Espargaro sudah dua musim tampil di MotoGP. Dia menjadi andalan di Yamaha Tech 3 bersama Bradley Smith. Namun musim lalu, Espargaro mengalami penurunan prestasi.

Dia hanya meraih posisi 9, menurun ketimbang diraihnya pada MotoGP 2014, yaitu posisi enam. Sebaliknya dengan Smith yang naik ke posisi enam klasemen akhir musim lalu, lebih baik ketimbang posisi ke-8 pada 2014.

MotoGP 2016 diharapkan jadi ajang bagi Espargaro untuk unjuk gigi. Maklum, kesempatan untuk naik kelas jadi pembalap pabrikan amat terbuka, meski harus menunggu apakah Rossi atau Lorenzo memperpanjang kontrak atau tidak.

Bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal melecut dua pembalap untuk bersinar di musim ini. ” Mereka harus tunjukkan bisa bersinar sehingga dapatkan kursi di 2017,” ujar Poncharal.

4. Bradley Smith

Dibandingkan Espargaro, Smith memang lebih senior. Kengototannya untuk selalu meraih hasil lebih baik berbuah manis.

Dari musim ke musim, Smith terus naik posisi. Sejak bergabung Yamaha Tech 3 pada 2013, Smith terus mengalami peningkatan prestasi.

Kini di musim keempatnya bersama Yamaha Tech 3, Smith diharapkan meraih hasil yang mengejutkan. Ini bisa jadi jalan lapang bagi Smit untuk menjadi penerus Rossi dan Lorenzo.

“Smith sangat memukau kami pada 2015. Dia bersama Rossi satu-satunya pembalap yang cetak poin di setiap balapan. Dia konsisten, sesuatu yang sangat penting,” kata Herve Poncharal, bos Yamaha Tech 3.