free html hit counter

2 TAHUN JOKOWI-JK : Bebas Visa, Wisatawan Mancanegara Kian Leluasa Berwisata ke Indonesia

BeritaBintangDI pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, pariwisata Indonesia mendapatkan banyak kesempatan untuk berkembang. Ada begitu banyak kemudahan yang dilakukan demi menggapai devisa negara yang besar. Salah satu gebrakannya adalah memberikan 169 negara bebas visa kunjungan ke Indonesia.

Membebaskan visa ini tentu bertujuan untuk memudahkan wisawatan berkunjung ke Indonesia. Bayangkan saja, sejak 2003 Indonesia hanya memiliki 15 negara bebas visa dengan 9 negara Asia Tenggara dan 6 negara sahabat lainnya. Bebas visa ini tak pernah ditambah. Melihat celah ini, Jokowi menunjuk Arief Yahya untuk mengkaji ulang aturan yang ada di pariwisata Indonesia. Alhasil, kemudian diberlakukan 30 negara tambahan bebas visa pada Juni 2015.

Di tahap kedua, sesuai Perpres 104 Tahun 2015 dilakukan penambahan 75 negara sehingga total penambahan bebas visa menjadi 90 negara. Tak puas sampai di sini, Indonesia kembali menambah jumlah bebas visa untuk tahap ketiga dengan merevisi Perpres 104 Tahun 2015 sehingga totalnya menjadi 169 negara.

“Bebas visa adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan wisatawan mancanegara. Dengan adanya bebas visa diharapkan akan ada tambahan sekitar 1 juta wisman, yang kalau dikonversi ke dolar itu USD1 miliar, karena hitungan 1 wisman sebenarnya USD1.200. Saya main save USD1.000 saja itu USD1 miliar per tahun,” jelas Arief Yahya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Heru Santoso yang mengatakan bebas visa ke Indonesia adalah kebijakan dari pemerintah pusat untuk menggalakkan sektor wisata di Indonesia. “Jadi Warga Negara Asing dibebaskan visanya jika ingin berkunjung ke Indonesia, agar kunjungan wisata meningkat,” tegasnya.

Kemudahan ijin yacht dan cruise internasional ke Indonesia

Selain bebas visa kunjungan untuk wisatawan mancanegara dipermudah, Jokowi juga mengubah aturan izin masuk kapal pesiar dan yacht untuk masuk ke Indonesia. Seperti diketahui, sebelumnya wisatawan mancanegara yang ingin berwisata ke Tanah Air menggunakan kapal yacht atau cruise harus menunggu selama 3 minggu untuk mendapatkan izin masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Tiga kementerian di era pemerintahan Jokowi, yakni Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerja sama dan menghapuskan regulasi Clearance and Approval for Indonesia Territory (CAIT) Kapal Wisata Asing secara elektronik atau E-CAIT. CAIT sendiri merupakan perizinan yang wajib dimiliki oleh kapal asing sebelum memasuki wilayah perairan Indonesia.

Hal lain adalah persoalan aturan cruise, di mana dari peraturan awal dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang turis asing di pelabuhan Indonesia.Begitu pula dengan pengguna kapal pesiar. Para penumpang kini sudah bisa naik dan turun dari Indonesia. Padahal, dulunya mereka harus merapat di Singapura. Selain itu, proses perizinan pun bisa dilakukan melalui online.

Dengan kemudahan yang dilakukan oleh Indonesia, tentunya mendapat efek besar khususnya di Bali. Terjadi peningkatan jumlah kapal pesiar yang mengunjungi daerah-daerah di Indonesia pun diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Agung Yuniarta.

“Pada semester pertama 2016, sudah ada sekitar 50 kapal pesiar yang datang ke Bali. Jumlahnya meningkat tajam dibandingkan 2015 lalu,” ucapnya kepada Okezone. Agung menambahkan, target 60 kapal pesiar yang dicanangkan Dinas Pariwisata Bali dapat tercapai, jika pengembangan 3 pelabuhan utama yang ada di Bali berjalan dengan lancar. Pariwisata Bali juga tengah fokus mengembangkan Pelabuhan Benoa.

Pintu masuk

Indonesia menambah beberapa negara untuk bebas visa. Kabar baiknya, tahun depan Indonesia memperluas pintu masuk untuk turis asing. Menkumham Yasonna H Laoly mengaku akan membuka seluruh pintu masuk di Indonesia. Pembukaan pintu masuk harus bekerja sama dengan semua pihak.

“Pariwisata Indonesia terus memperkuat sisi pelayanan termasuk pintuk masuk, tapi saya menjamin di 2016 pintu masuk untuk negara yang menerima bebas visa sudah bisa masuk dari wilayah Indonesia mana saja,” tegas Yasonna kepada Indowins.co.

Pintu masuk yang diperbolehkan buat negara tambahan bebas visa terdapat Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kuala Namu (Medan), Juanda (Surabaya), Hang Nadim (Batam), Pelabuhan Laut Sri Bintan, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Batam Center, dan Pelabuhan Laut Tanjung Uban (Riau). “Sembilan pintu masuk yang diberikan ini adalah pintu masuk yang sudah siap dari segala aspeknya termasuk pelayanan serta sekuritasnya,” paparnya.

Ia menambahkan, “Untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pemerintah Indonesia mengutamakan pintu masuk yang utama. Sekira 90 persen wisman datang ke Indonesia melalui Bali, Batam dan Jakarta. Sedangkan 80 persennya dari laut, sehingga kita minta pelabuhan di Batam dan Bintan dibuka pos imigrasi free visa. Sehingga, wisman dari Singapura tidak perlu ke bandara di Jakarta dulu, tetapi bisa melalui pelabuhan di Batam dan Bintan.”

Crossborder atau perbatasan diperkuat

Selain yang sudah dilakukan di atas, pemerintah juga mengkaji ulang perbatasan atau crossborder. “Wilayah perbatasan atau crossborder ternyata memiliki peluang besar, setidaknya hampir 80 persen wisatawan mancanegara yang dekat dengan perbatasan masuk ke Indonesia melalui jalur darat. Ini adalah peluang emas untuk meraup keuntungan devisa negara lebih banyak,” papar Vincentius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik kepada Okezone.

Diakuinya, beberapa wilayah perbatasan yang mempunyai ladang emas untuk wisatawan mancanegara adalah Atambua (NTT), Sotta sama Skow (Papua), Kepulauan Riau (Batam dan Bintan), Nunukan, serta Singkawang (Pontianak).

Akses dipermudah

Jokowi juga memudahkan jalur akses menuju destinasi wisata. Salah satu contohnya adalah dengan dibuatnya bandara Silangit, Sumatera Utara. Kini perjalanan menuju Danau Toba tak lagi memakan waktu 8 jam, melainkan hanya 30 menit.

Selain sudah membangun Bandara Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara maka Indonesia juga akan memperpanjang landasan bandara dari 2.400 meter dan lebar 30 meter menjadi 2.650 meter dan lebar 45 meter.

Selain itu, pembangunan jalur darat yang dibuat lebih mudah, akses yang dipermudah adalah menuju Tanjung Lesung. Kini, pembangunan jalan tol melalui Panimbang, Banten sedang dibuat. Nantinya, menuju Tanjung Lesung, Banten hanyalah memakan waktu 2 jam saja, waktu yang sangat singkat mengingat biasanya memakan waktu hingga 9 jam dari Jakarta.

Hal yang sama juga dilakukan di Belitung, tepatnya bandara Tanjung Pandan. Bandara tersebut diubah menjadi bandara internasional. Hal yang baik, mengingat awalnya Bandara HAS Hanadjoeddin hanya mampu menampung 800 orang saja dan luas bandara ini hanya 2.225 meter x 45 meter saja. Selain bandara diperluas, sisi penerbangan pun juga diperkuat.